Showing posts with label AKU......... Show all posts
Showing posts with label AKU......... Show all posts

Tuesday, June 28, 2011

Aku-ku ...teruntukmu jiwa "biru-ku...."


Bismillah...


“ Tidaklah beriman diantara kalian, sebelum mencintai saudaranya seperti mencintai diri sendiri”

(H.R Muslim)


Ada keheningan yang berpaut rintihan hati di dalam sunyi..
Ku dengar ia mengeja sebuah “sejarah” dalam cita dan harapnya...

Yang ku lihat,
ia terus berusaha berjalan mengais kasih dan sayang dari cinta yang SEJATI...

yang ku tahu,
ia tak lemah...., ataupun gersang dalam ruang yang tak pernah kalian baca itu...

yang ku faham....
ia mampu merobohkan segala sesuatu yang tak memungkinkan dengan kokohnya keyakinan....

yang ku rasa,
ia lebih dan berharga dari semua kekurangan dan segala keterbatasannya...


ia berbicara dalam kelu...
ia bersuara dalam bisu...

ia membaca dalam ketidaksadaran setiap langkah dan gerak itu...
ia berbesar jiwa dari semua vonis yang mencoba mengerdilkan rasanya...

siapakah dia?
Ku katakan ia adalah SAHABATKU....



Ratih. Septiana
Al –Farouq Home
Jakarta,
Selasa, 14 Juni 2011
4. 32 pm


“ kenapa tidak untuk memulai menjadi motivator yang dapat mengubah kehidupan banyak orang?”

“jika hidup itu berjalan seperti doa – doa yang kita panjatkan, pasti kehidupan itu akan sejahtera”

“berapa banyak kita yang berjalan dengan apa yang kita bicarakan?”

“apa yang membuat kita menahan untuk melakukan suatu kebaikan? Padahal ku tahu semua kita tahu..., dan aku mengerti mengapa bisa seperti itu..., karena hal yang mereka “tahu” hanya ada dalam fikiran mereka, namun tidak pada hati mereka....”


(Nur Atiqah)


Subhannallah....

Harus berdustakah aku jika aku tak mengagumimu ya ukhty?
Sadarkah smua kalimatmu membuat diriku terhenyak...., ya ukhty... semoga Allah me-Rahmati dirimu...

Pena tertegak dan terayun merangkum segala yang jujur...
Tinta telah tertulis dan mengering ..., torehkan segala jerit dan batin...


Yah..., Kataku “jadilah yang terinspirasi atau yang menginpirasi...pilih yang mana?
Dan aku ajukan padamu.....”kalau aku memilih untuk dua hal itu...”




Sahabat,

Adalah dia yang diam namun tidak menikam..., adalah dia yang bisu... namun tak kelu, adalah dia yang memperhatikan dari segala kejauhan jarakmu..., adalah yang mendekap rapuhmu dalam senyapnya doa dan air mata itu..
.”

( Ratih. Septiana)

Seperti apakah sahabatku?

Lihatlah mereka....
Sengaja aku mencari kecintaan yang Maha Kuasa atas segala rasa,
Karena tiada yang lebih indah ketika cinta itu terpanggil dan tumbuh dengan besar karena-NYA dan bertujuan untuk berakhir perjalanan kita di jalan-NYA...
Jalan Allah ta’alla...

Dalam hadist :


Orang Tergantung pada agama temannya, maka hendaklah kalian melihat orang yang akan dijadikan teman “

(HR Tirmidzi, Ahmad, Abu dawud)



perumpaan teman yang baik dan teman yang jahat seperti pembawa minyak wangi peniup api pandai besi”

(HR Bukhari Muslim)



jika dirimu sakit, maka sahabat akan lebih sakit...
jika hatimu terluka, maka sahabat lebih terluka hatinya...

kau hidup dalam jiwanya...
mengalir dlm hembusan, doa, cita, mimpi dan harapannya...

indahnya ISLAM ini...
membuat kita melebihkan sesuatu bagi orang lain di atas kebutuhan diri kita sendiri..
.

(Ratih.Septiana)



Islam dan ukhwah...., mengubah segala kegelapan, dan kesenangan jahiliyah itu musnah.


Bertapak dalam jalan – jalan yang berduri, itulah jalan kami. Sekalipun ia sulit terlewati, namun bagi hati – hati yang lapang dan berkomitmen tinggi itu tak akan menjadi arti. Dia adalah sahabat yang membantuku melukis indah penaku hari ini. Mesyahdukan nada – nada dalam hati, memilukan namun tak memerihkan hati ini. Menyenandungkan tentang sebuah hakekat kita tercipta dan berarak menuju kemana..., bukan kesenangan yang menipu. Bukan kebahagiaan sesaat yang mengecap dunia dengan seisinya ini.



Kenikmatan adalah ujian, dan ujian adalah kenikmatan.



Dia hadir sebagai salah satu cahaya yang Allah turunkan bagiku, terang menerangi setiap jengkal kemana kaki ini pergi. Masih..., selalu dan selamanya..., semoga amanah yang indah ini dimudahkan-NYA untuk menggenggamnya. Karena berkah juga akan diuji, dan dari cobaan kita akan dilihat adri berbagai usaha yang mencari titik – titik yang kita syukurkan.



Ya ukhty.... yang selalu menjadi kerinduan tersendiri...


Lirihnya denting itu mungkin akan membuatku merasa semakin senyap, namun segala pembatas yang kini berada di sekitarmu, tak menjadikanmu jengah untuk meraih kerapuhanku. Kau mutiara hati, yang begitu indah.... lepas dari segala kurang dan bebatuan yang mengeraskan itu.



Bukankah pernah ku ucap?
Tidak ada yang sempurna..., tidak ada wahai hati..., yang terpenting adalah kita dapat memberi sebanyak – banyaknya, dan dapat saling melengkapi dari segala celah itu sendiri. Karena tiada hal yang “sempurna” tanpa adanya kekurangan dari segala perbedaan yang dapat kita isi dengan pengertian, ketulusan dan kejujuran....


Cinta melukai hanya dia yang cenderung memiliki daripada memberi.

Cinta adalah kekuatan
yang mengindahkan hati dan kehidupan
jika tujuan utamanya adalah memberi.

Dan dia yang cintanya

menumbuhkan jiwa yang dicintainya,
akan terlindungi dari luka cinta.

Tapi dia yang mencintai
untuk tujuan menguasai,
akan pedih terluka
karena cinta menolak digunakan
untuk memanjakan penguasaan
atas kebebasan jiwa lain....”

( Mario Teguh)




Suatu komitmen yang tinggi bagi kita ketika kita menyampaikan sesuatu hal.

“seberapa banyak kita berjalan dengan apa yang kita bicarakan?”

(Nur Atiqah)


Allah berfirman :

Hai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan....”

( Q.S Ash – shaff 61 :2-3)


Berfikir..., kemudian memahami...


Sekalipun diwajibkan atas kita umat Islam, sebagai muslim yang mukmin “sampaikanlah ilmu meski hanya satu ayat” bukan berarti terus kita juga tidak tahu ataupun musti menunggu agar tahu. Seorang guru tak sepenuhnya tahu tentang ilmu yang ia ajarkan pada muridnya, so dari mana seorang guru tahu dan sampai ia faham dengan ilmu itu? BERPROSES. Semua orang akan melalui proses, dan dari kita menyampaikan pasti akan ada “feed back”, kita sampaikan ada yang menanyakan, kalau kita tidak tahu? Kita akan belajar, dan itulah juga proses dari kita. Pembelajaran dari ilmu yang kita sampaikan dan kita bagikan pada semua orang. Karena tidak ada seorang motivator yang tidak pernah jatuh, tidak ada seorang penasehat yang dia tak pernah diuji dengan nasehat yang ia sampaikan. Kita sama – sama belajar dan berproses. Dan Allah tidak melihat pada hasil – hasil akhir, namun pada usaha kita, begitu jelas murabbi’ah saya.


Pun beliau Mario teguh juga pernah berucap :

yang besar itu tidak beritik tumpu pada hasil akhir dari apa yang kita usahakan, tapi yang membesarkan kita adalah sebuah proses dari usaha itu sendiri....”



jika kehidupan itu berjalan dengan doa yang kita panjatkan, pasti kehidupan itu sejahtera

(Nur Atiqah)

Yah, begitu mulianya doa – doa, namun tidak banyak dari kita yang berusaha memuliakan usaha agar nampak anggun dimataNYA ketika menyatu dengan doa kita. Masih banyak dari kita yang “bermain – main” dengan doa. Keseriusan dalam doa, dan niat yang ada dalam hati, semestinya menyatu, namun jika kita sudah keluar dari yang “lurus” itu... coba kita cek... apa yang kita dapatkan setelahnya? Adakah “keberkahan” akan di berkahi dengan “cara – cara “ yang tidak berkah? Coba jawab pertanyaan saya ini....? hayoo jawab loh kok malah diam? Hmm....


mengapa sulit untuk melakukan yang baik? Padahal kita semua tahu dari kebaikan itu, dan aku tahu kini mengapa semua menjadi sulit, karena.... yang “tahu” itu hanya mereka letakkan dalam fikiran, namun tidak pada hati

( Nur Atiqah)

Seseorang akan berjalan dengan kefahaman yang ia miliki....

( Ratih Septiana)

Banyak dari kita bahkan saya, yang tahu satu hal yang baik dan benar. Namun masih sering juga kita lalai dan “melewati” nya begitu saja. Karena itulah “tahu” berbeda dengan yang “faham”. Dan mengapa meletakkan ataupun mendasarkan semua itu pada hati?

Masih ingat hadist An Nawawi? Hadist ke 6 tentang halal dan haram.

dalam jasad manusia terdapat segumpal daging, jika ia baik, maka baiklah secara keseluruhannya, namun jika ia rusak... maka rusaklah semuanya, dan ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah HATI”

( H.R Bukhari Muslim)

Masih ingat juga kah pesan dan nasehat dari sahabat mulia Rasulullah? Mu’adz bin Jabal...:

kenalilah kebenaran dengan “kebenaran” , karena KEBENARAN memiliki CAHAYA”


Subhannallah....

Adakah alasan bagiku untuk tidak melihatmu jauh lebih dari apa yang ku kira ya ukhty?
Semua kalimat itu membuatku berfikir..., bermuhasabah...., memahami...dan juga berusaha mengenali pribadi itu...smoga lebih baik dari apa yang di sangkakan... insya Allah.



Satu lagi.... yang bagiku membuatku semakin mencintaimu fillah..........

AL qur’an adalah anugerah Allah yang indah, di dalamnya penuh dengan petunjuk, Allah telah memberikan petunjuk yang benar...., dan seberapakah kita sudah menghargai kado terindah dari-NYA ini?”

Masya Allah....


Jika kejujuran ini kau artikan sebagai dentuman yang menyakitkan..., maka ampunkan dan maafkan...
Apabila ketulusan ini tengah menambah segala kesesakkan batin dan penerimaan maka cukupkan hanya diriku yang menyimpannya...

Ya ukhty, ya ukhty.... ya ukhty....
Smoga Allah Menjagamu, Mencintaimu, Memeliharamu, Menaungimu, Meridhoimu...
Dalam setiap langkah yang penuh onak dan duri ini...
Bersama jalan KITA ..., genggamlah tangan ini selagi ia tak pergi jauh dari sisi...
Rapatkan segala galau dan risau..., karena aku pun membutuhkan engkau...
Kau berharga dari apa yang telah hilang ...
Dan semoga di “singgasana” sang Mulia... terhamparkan kursi – kursi “putih” bagi kita bersama...
Ku nanti ... selalu ku nanti... ketika cahaya itu datang membisikkan satu kegembiraan atas segala keperitan kita di dunia ini...
Kita tegakkan barisan, aku di sampingmu ya ukhty...
Dan bersama kita berusaha berjalan dengan doa – doa kita...
untuk tujuan dan impian KITA...yang SAMA...



seorang sahabat adalah orang yang dapat mendengarkan lagu di dalam hatimu...
Dan akan menyanyikan kembali tatkala kau lupa akan bait – baitnya....”


( Dilafas’10)



“teman bukan bagian dari lingkungan yang mengelilingimu, akan tetapi orang yang kau pilih karena kau lihat cocok dengan latar belakang pendidikan, perilaku, agama, serta tabiatmu”

“ Sahabat yang baik adalah jika kita lupa dia ingat, dan jika kita mengingatnya maka dia akan membantu”


(Buku Change Your Heart Bag, Persahabatan Karya Amru Muhammad Khalid.)


* Sahabat, ia mendengar sekalipun kau tak berbicara,
ia merasa sekalipun kau tak berkata...,
ia memahami sekalipun kau tak menyelami perasaan dan keadaanmu,
dan ia bertindak atas dirimu tanpa kau berucap....
Karena mata dan hati itu selalu berbicara,
Ya Sahabat....*


( Ratih .Septiana)


Cukup doaku dalam hati dan Allah saja yang Tahu dan Mendengarnya, karena begitu ia istimewa dan ia hanya akan terasa lebih indah jika ku eja dalam doa yang tak seorang pun dapat mengetahuinya......


Thanks to Allah... ALhamdulillah telah menganugerahkan sahabat - sahabat yang luar biasa.. :)
Inspired by Nur Atiqah. " you are is great a muslimah..." Subhannallah... uhhibuki FILLAH..^_^

Ratih Septiana
White_rose
Alifah Nisrina Dhiatul-haq


Al Farouq home
Jakarta,
Selasa, 14 Juni 2011
5.54 pm

Monday, June 27, 2011

this is NOT "punk in LOVE" but "TAUHID with LOVE....


Bismillah .....




Nyanyian jalan mulai di lantunkannya ...
Jiwa bersinergi untuk sekelompok musisi - musisi jalanan ...
Sengatan panas sudah tak dirasa ...
Kejujuran untuk hidup yg keras diterjang begitu saja ...

Bagai tak ada rasa takut ... kecuali mungkin kematian untuk nya ..
Anak punk & musisi jalanan
Masih jenak bertengger bak pajangan khusus ibu kota yang raya ini ...

Kekuatan tersendiri dari mereka sampai ku dapat lukiskan tinta hitam sore ini ..
Jiwa sejati yang bisa kukatakan lebih jujur ​​dari pada orang munafik "berdasi" hari ini ...
Masih berbentuk doa dan harapan yg tinggi ...,
Smoga cercah cahya Illahi Rabbi mengubah segala yang tertepi menjadi yg menginpirasi ...

Insya Allah, Amin .


Ratih Septiana
Kamis, 23 Juni 2011
3.06 pm
Hafi Home s


Sebelumnya, ijinkan ku berbagi ...


Tauhid adalah Ilmu yang membahas segala hal yang membuktikan kebenaran aqidah Islam. Pembahsan hal di dalamnya adalah bersumber dari dalil - dalil aqli (akal) dan naqli (Al qur'an dan hadist), yang dapat diyakini dan dapat menghapus segala keraguan. Dengan ilmu Tauhid ini pun kita akan bisa membedakan dengan benar antara mana yang haq dan yang batil, yang telah Allah bagikan pada kita sebagai perintah dan larangannya serta hikmah di dalamnya. Dan hanya dengan Tauhid yang tegak dan kokoh saja segala keimanan dan ketaqwaan itu akan Allah tuntun kita pada pengertian hidup, hakekat hidup maupun tujuan hidup yang sesungguhnya.

Apa perbedaan kita yang kenal TAUHID dengan yang tidak?


Allah berfirman:

"Apakah orang yang merangkak dengan wajah tertelengkup yang terpimpin (dalam kebenaran) ataukah orang yang berjalan tegap di atas jalan yang lurus?"

(QS Al Mulk: 22)



Usai Mabit (malam bina iman dan taqwa) Siang itu .....


Bersama teman naik bus menuju Hafi (nama rumah Islam), banyak di tengah jalan yang memaksaku untuk berpikir dan "merasakan" pada hidup, tauhid, kesejahteraan, keadilan. Hmmm campur aduk. Tapi Masya Allah ... indahnya hidayah Allah itu, jalananpun mampu menciptakan "inspirasi" bagiku. Serasa ingin sekali meluangkannya saat itu juga, tapi kertas dan penapun tak mampu ku angkat karena mata terasa berat so apa bisa buat .. hehehe ...


Lanjut gan!


Anak - anak "PUNK"


Datang menyambangi bus kami, mengamen dengan muka yang kucel dan "mawut" kalau orang jawa bilang. Dengan mencoba diam - diam memperhatikan satu persatu dari mereka, terbayang dalam benakku jika itu adik - adikku. Astagfirullah ............ Miris. Ironis. Jiwa - jiwa bak ilalang yang tak menemukan " kandang " nya ..., hanya terbang bebas kemana mereka suka. Tanpa arah kecuali kebebasan yang mereka mau dan tanpa hekaket hidup yang harus mereka tahu. Ya Allah ..., mau jadi apa bangsa ini? Mau jadi apa kami ini? Masalah lebih besar bagaimana semua orang akan bisa damai dalam kehidupan jika semua orang dan jiwa - jiwa muda akan semakin banyak yang berserak tanpa tahu dan mampu memahami dengan makna dan hakekat hidup yang sesungguhnya????

Innalillahi WAINNALILLAHI raji'un ....


Yang ku tahu anak PUNK bukan mereka tak baik, mereka baik, karena sebelum aku lebih mengenal ISLAM ini aku pernah mengenal beberapa Anak - anak yang demikian. Rasa persahabatam yang tinggi, sosialitas yang melebihi orang - orang yang " berdasi " , tenggang rasa yang kuat dan rasa yang mengutamakan orang lain di banding diri sendiri yang mungkin untuk orang sekarang itu sulit.


Seperti terputar ISK tempo hari .. "manusia di ibaratkan sebagai logam, terpilihnya ia di masa jahiliyah, terpilihnya dia juga di waktu ISLAM jika ia mengerti" . Perbedaan anak punk dengan kita yang mengenal ISLAM ini mungkin tak jauh beda dengan ikatan - ikatan yang tadi sudah aku sebutkan. Tapi yang membatasi di sini adalah segi pengetahuan dan pemahaman pada ISLAM itu sendiri .. Jika dari persahabatan, kesolidaritasan mereka dapat mengenal kalimat tauhid dengan sebenarnya, insya Allah itu akan menjadi lebih luar biasa .. (pikirku, doaku, harapanku).



TAUHID, Anak "PUNK", Anak "Jalanan" dan KESEJAHTERAAN ....

Bak ter-refresh kembali liqo tempo hari, tentang betapa pentingnya tauhid dan betapa berperngaruhnya ilmu tauhid ini untuk kehidupan KITA sehari - hari. Aku sibuk larut ke jauh dalam pikiranku dengan mata yang tak jemu menyimak satu per satu bagian - bagian wajah "jalanan" siang itu. Batinku perih ....., sedih .... Salahkah jika aku berandai dengan doa - doaku kala itu?. Ya Allah ... bagikan fasilitas untuk kami, ampunkan kami ya Rabb .....

Jika saja orang - orang berjabat tinggi itu tak mementingkan diri mereka sendiri, mungkin anak - anak jalanan ini tak akan tersia - siakan dengan wajah mungilnya yang harus mendapatkan kehidupan dan pendidikan yang layak tapi harus membiasakan dengan "keras" nya hidup di jalanan seperti ini. Bukankah anak - anak terlantar dan fakir miskin dipelihara negara?? Mana ini janjinya? Ayat ini aku hafal sejak aku duduk di kelas 3 sd. Sampai sekarang umurku hamper 22 tahun. Namun juga belum ada perubahan yang pasti.


Wajah lusuh itu. Ya Rabbi ...

Melihat mereka berlarian, dengan kemudian duduk bersama teman dan mungkin ayah mereka, makan nasi bungkus. Hmm ... ya Allah .... senyum itu, keringat itu ... ingin seklai memeluk mereka dan melindungi mereka, Jagalah mereka ya Rabbi ... sejahterakan hidupnya ... bersama masa depan yang cerah dan ilmu-MU yang terarah. Amin.


Back to Mr Punk ..

Jangan kaget kalau saya pernah ngobrol serius dengan Anak "PUNK "..., eitssss tapi itu dulu, kalau sekarang? Belom lagi, kalaupun ada kesempatan dan mereka sopan why not? Islam mengajarkan akhlak yg baik, tanpa harus menyimpang dari alur "utama" nya bukan?


Yang ku faham, kompleks. Dan RUMIT. banyak dari mereka yang sakit " hatinya "karena broken home (ortu cerai, atau egois memaksakkan kehendak mereka pd anak), atau dari orang tua yang masih egois sibuk dengan pekerjaannya, dunia bisnisnya tanpa memperhatikan buah cinta mereka yang jiwanya" sakit " yah sakit. .., sakit karena kurang perhatian dan kasih saying apakah kita pikir bahagia bisa dibeli dengan kekayaan? Sungguh TIDAK! Meskipun kita butuh harta untuk lajunya jalan hidup kita. Mulai sekarang bedakan yang akan karena kebutuhan dengan yang berkeinginan untuk melengkapi!. Atau bahkan ada pula mereka yang kurang pendidikan dari segi " agama "dari keluarga, atau ada juga yang dari keluarga baik - baik, namun lingkungan yang membentuk jadi tak baik. Banyak kemungkinan di sini ...



Nah ... smua ini ujung ujungnya kita berpantul lagi dengan kaca "TAUHID". Islam dan anak PUNK? Sama kok .. sama - sama bebas dan merdeka ...., namun dalam ISLAM kebebasan bukan berarti bisa melanggar aturan dan membangkang pada perintah ALLAH yang bertujukan memuliakan kita ......


Islam cinta kedamaian, Punk pun juga cinta damai ... iya kan? (Peaceee men! ^ ^ V)



Yuk KITA renungkan sebentaaarr ... aja, (setelahnya yuk muhasabah ....:))

Banyak sekarang kehidupan yang tak hentinya menghimpit seseorang untuk takhluk terhadapnya, persaingan dimana - mana. Jika kita tak benar bermawas diri dengan iman dan taqwa maka sungguh kita WAJIB bersedih! Karena sadarilah .... di sekitar kita sudah krisis moralitas! Smua yang buruk dan batil dianggap menjadi biasa! Yang benar tercemooh dan dianggap kampungan, heeeiiii come on guys! Sadar diri kek ...., kita itu SIAPA? Yang kita kejar itu (harta, tahta, jabatan, gelar) itu yang kasih ijin siapa? (Ijin jalan .... kehidupan maksudnya).


Dan kenapa moralitas itu krisis, dan toleransi terkadang di salah artikan? Karena iman itu pun menipis, dan banyak yang tak maukan untuk berusaha menempanya ... lagi, ya ukhty, akhi ... TAUHID itu sungguh sekali, penting untuk kehidupan ini.


Bagaimana kita mau sejahtera jika smua egois?
Bagaimana mau merasa Sempurna dalam kehidupan, sementara yang kurang itu antara kita yang lebih tidak coba mengisi dan melengkapi yang kurang dan belum berkecukupan, malah menghina dan mencerca, so apa untungnya?



Orang bijak berkata:

"Kasih sayang itu tak akan datang, jika kau tak memulai untuk memberi ..."

(Mario Teguh)

Apa dengan smua yang kita ada sekarang ini (status social, jabatan dan gelar yang tinggi, intelektualitas) kita sudah patut berbangga diri?
Kita nanti SAMA kan? Sama - sama masuk ke dalam dan terukir nama kita di batu NISAN?!
so ..., carilah makna kehidupan dan isilah hakekat hidup, dan tentukan arah yang jelas mulai dari sekarang dengan cinta bersama Tauhid yang mapan ... (Insya Allah ...)


seorang yg hebat bukanlah dia yg besar dgn harta / tahtanya di dunia bukan dia yg anggun dgn gaya intelektualnya


karena bagiku seorang yg hebat itu ..
adlh dia yg "sederhana", yg tetap "tangguh" & "istiqomah" dgn kesadarannya bahwa .... dia tidak mengambil dunia ini kecuali sedikit, atau hanya untuk bekal matinya ...

krna dgn begitu itu, dia akan terlihat "mewah" dengan kezuhudannya ..
Masya Allah!

(Ratih Septiana)


Anak "punk" & musisi jalanan ...

Subhannallah ..., lihatlah ... kejujuran mereka, kerasnya hidup mereka,
namun dapat membuat jiwa kecil ini begitu "tumbuh" dengan renungnya ...
mengubah lirik - lirik melodinya jauh teramat dalam sampai menggerayangi & mencumbui pemikiran kritisnya ...

Saya suka kalimat yang pernah saya tulis dan saya yakini ...

Bahwa "benarlah secangkir kopi itu lebih jujur ​​dari hati kita sendiri ..."

Kenapa? Coba temui beberapa makanan / minuman, sekalipun kopi itu dicampur dengan berbagai perasa ... namun rasa kopi tetaplah menjadi kopi. Pernah rasa ga? Kalau ga coba deh ke supermarket terdekat! (Kalau mau coba sih ...). dan anak PUNK seperti mereka pun mengajari saya tentang sebuah kejujuran, dan tidak menempatkan sebuah "kemunafikkan".

"Orang baik dan orang jahat? Mana yang lebih baik? Pastilah orang baik ..., namun siapakah yang lebih jahat dari orang jahat? Yaitu adalah orang MUNAFIK!, Karena dengan kebaikkan, dia gunakan dan lakukan untuk kejahatan ..."

(Mario Teguh)

Dan sekarang saya tulis kalimat baru ... dari "inpirasi" yang baru pula.

Bahwa ...

"Anak punk itu lebih" mengerti "tentang empati & solidaritas yang tinggi (di mata saya) dari pada Anda yang" berdasi rapi ... "

Tak perlu tersinggung ..., karena kebenaran dan kejujuran itu memang PAHIT dan musti dikatakan,

So Sahabat pembaca yang budiman,
Tidak yang dapat mengubah kehidupan ini lebih damai dan terarah kecuali Anda bercermin dan berpendar pada Tauhid yang utuh, yang penuh, pada Islam yang kaffah dan menyeluruh.

Inilah kenapa saya sering menyampaikan dalam status saya:

" bagaimana kita mau diberkahi untuk tujuan yang berkah, sementara cara - cara kita tidak berkah "

"Karena ... yang menggagalkan usaha itu bukan karena kurangnya persediaan dan kurang matangnya persiapan, namun terkadang ... kita Standar dengan cara yang kita jalankan ..
tak ada keberkahan yg terbayar murah, karena SYURGA itu MAHAL ... "



Apa yang membedakan Manusia dengan Hamba (Allah)?


seorang yg melakukan terbaik dgn cara yang baik, dgn mengharapkan ridho yg terbaik dr Allah ... itu mgkin banyak yg sekarang telah ada dan dilakukan ... itu penilaian sebagai MANUSIA

smntra jika HAMBA: adalah dia yg melakukan kebaikan dgn baik yg, cara yg baik, dan mengizinkan yg benar dgn kebenaran, yg memang sesuai dan utuh dgn ajaran dan perintah Allah pada apa yg ada dlm Al quran dan Sunnah ... banyak ... manusia yg baik namun tidak merasa mnjdi HAMBA. sekalipun dia berkata bhwa dia adalah hamba ... :)


mgkn lbh tepatnya ... coba kita ambil dgn pntingnya TAUHID ...

banyak manusia yg sdh menganggap bhwa dia jika sukses meraih gelarnya .. dia mengira bhwasannya dia sdh memenuhi kebutuhan dan tujuan hidupnya ... smntra ... dgn TAUHID ... apakah sejauh smpai di situ? kita diciptakan? apakah hnya dgn kesenangan dan kebaikan dunia yang kita perjuangkan dan menjadikan kita puas? sekalipun urusan yg kita lakukan adalah untuk orang banyak ...? Tidak ya hati yang murni ... namun di sini dgn TAUHID, NIAT itu psti ada, dan yg akan membedakan adalah dari awalnya niat itu berada di hati kita.

karena blm tntu yang penting dan bermanfaat itu adalah yang UTAMA ..

(RS)

saya suka pesan ini:

"Waspadailah dengan tergelincirnya orang pandai, kenalillah kebenaran dengan kebenaran karena" kebenaran "memiliki CAHAYA"


(Mu'adz Bin Jabal.)

Kebenaran yang mana? Tentu saja yang ada dalam Al 'quran seisinya .. ^ _ ^



Kenapa Tauhid With Love?


Karena

" Tidaklah beriman diantara kalian, sbelum mencintai saudaranya seperti mencintai diri sendiri "

(HR Muslim)



Semestinya dengan tauhid, kita akan mengenal Emptai, Altruisme atau Itsar (mengutamakan orang lain pada segala kebutuhan kita sendiri). Karena apapun yang menjadi kesusahan orang lain kita pun akan bisa merasakannya. Tapi jangan harap kita bisa merasakannya dan mengerti perasaan orang lain, jika kita tidak peka, dan tidak menanamkan empati dalam hati kita.



Untukmu saudara kami ...,

Tetaplah melangkah dengan segala kejujuran yang tak kenal lelah ...
Tegaklah berdiri, sekalipun isi Alam mencaci dan memaki,
Dan ketahuilah .. bahwa doa - doa dari jiwa yang tulus lagi suci, selalu mendekap kalian ..
Sadarilah bahwa Tuhan selalu beserta orang - orang yang benar dan bersabar ...

Tinggikanlah apa yang harus kau tinggikan, dan pandanglah rendah apa yang memang itu bukan suatu prioritas .. pada kebenaran ..
Agar mimpi dan cita - cita tertinggi itupun dapat kau dapati .. dan kau rengkuh bersama bahagia yang sejati ...
Amin


Allah ..., Dia Sebaik - baiknya Pemberi .. ^ _ ^


Okey mungkin ini dulu aja yang bisa dishare hari ini,
Semoga, Bermanfaat, dan Mohon Maaf jika ada kata - kata yang tak sopan dan menyinggung. Dan jadilah seperti Kopi, dimanapun kita berada kejujuran itu tetaplah menjadi khas pribadi kita. Dan berjalanlah dengan empati, tanpa egoisme yang tinggi.sehingga kita bisa berbahagia jika kita dapat saling mengerti dan memahami juga berbagi, dan memberi ... sebanyak - banyaknya. Ingat ..., kasih sayang itu tidak akan pernah datang padamu dengan cara engkau berdiam diri, namun dia akan menghampirimu jika kau memulainya dengan memberi ...




Inspired by: Anak PUNK & Musisi Jalanan.

Salam hangat,
Ratih Septiana
Kamis, 23 Juni 2011
5.21 pm
Hafi Home s

Monday, May 30, 2011

Catatan HITAM untuk "putihmu" ......


Bismillah...



Dalam jejak jalanku...

Begitu banyak kau toreh luka dari dalamnya sebuah kenyataan...

Usang tak menjadikan kau tak terkenang...



Selalu berayun kembali memberontak jiwa dan hati...

Namun ku tahu Tuhanku Maha Mengampuni...

Ku yakin bahwa Tuhan Maha Mengerti segala isi hati...



Wahai hitam dalam jauh kesuraman...

Tak mampu ku musnahkan dirimu sekalipun keras mauku untuk hal itu...

Biarlah bayangmu menjadi gambaran hitam untuk putihku...



Selimutkan duka dahulu, akan menjadi kepiluan yang indah sengan semangat juangku...

Oh Tuhan...

Rahmatilah hamba-Mu...

Sabarkan hatiku, kuatkan imanku...



Dan biarlah semua berlalu hingga terang-Mu

Pendarkan kesejatian akhlak iman bersama hembusan – hembusan ilmu...



Amin..





Ratih. Septiana

Jakarta

Selasa, 29 Maret 2011

17. 15 WIB





MASA LALU...





Jejaknya begitu melekat pada benak diri yang kini sedang ingin aku perbaiki.

Semua orang memiliki kesuraman cahaya sampai dengan ia berusaha melalui semua hal itu dengan kerja keras mereka.



Sering hati berontak hingga jiwa lemah tak berdaya, hampir - hampir menjadi seringaian kemunafikkan. Tapi sungguh, bukankah masa yang berlalu adalah pelajaran bagi kita untuk melangkah lebih maju?







Tuhan Maha Tahu apapun upaya hamba-Nya untuk melangkah dalam jalan lurus-Nya...



Janganlah masa lalu menjadikan keindahan hari ini, yang telah kita lalui menjadi suram kembali.Cukup isakkan ia dalam sujud – sujud luruh kita bersama kidung doa pada yang Maha Kuasa. Masa lalu biarlah membayang, karena ia adalah gambaran suatu karya cipta dengan ketentuan yang Allah berikan pada kita.







Jika di hari ini kita dapat mengoreksi kehidupan kita lebih dalam lagi, dan dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Manakah hal yang bermanfaat dan manakah yang sia – sia, sungguh hari ini juga kita sebenarnya telah mendapat dan mulai menggunakan hidayah Allah yang coba kita fahami dari segi bathil dan haq nya Subhannallah Walhamdulillah.







Banyak seseorang mau berubah dengan mengatakan



“ nanti dulu, aku menunggu hidayah, aku belum mendapat hidayah”




Maka dengarlah wahai jiwa yang mengerti ,





Sungguh hidayah Tuhan ada dimana pun kita berada jika kita mau berfikir dan mencarinya. Ia tak dapat kita temui dengan rasa malas sampai kita tegak menghampiri. Karena Allah Tahu manakah dari hamba-Nya yang bersungguh – sungguh mengupayakan nasib nya. Dan di sini ikhtiar dan doa bermakna nilainya di mata Allah SWT.





“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ”



Q. S Ar – Ra’d (13:11)







Orang bijak berkata :



“Waktu adalah komponen kehidupan...”



(Mario Teguh )







Jika kita bersungguh – sungguh menghargai waktu, maka sungguh jangan biarkan diri kita tenggelam dalam kefasikkan, terjerat dalam penyesalan yang kita tak melakukan apa – apa. Jangan biarkan masa lalu menjadikan kita berlama untuk merenung dan menyesali itu semua. Kita memang butuh perenungan diri, butuh menyesali hal – hal yang tidak berguna, hal yang berbau dosa, dan hal yang sangat fatal sekalipun yang pernah kita lakukan.





Tapi sahabatku,

Merenung dan menyesali saja itu tidak cukup. Karena jangan impikan keadaan kita dapat berubah tanpa kita bergerak melakukan suatu usaha untuk mengubahnya



"Karena kesuksessan bukan di alam angan, melainkan ia berada di alam tindakan, bermimpi bekerja keras, tak akan dapat menggantikan kerja keras itu sendiri."


( Mario Teguh )







Jangan Takut.



Jangan takut untuk dihina atupun terhina dengan perubahan baik yang kita lakukan pada saat ini.. Jangan takut untuk dikatakan “munafik” dari lidah – lidah yang menghunus diri kita dalam persembunyian mereka. Allah Maha Tahu wahai sahabatku. Akan ada satu kalangan di antara kita yang yakinlah insya Allah jauh lebih bisa menghargai diri kita :)







“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”



Q.S Al – Hujuraat ( 49 : 11)






Ada kala kita tak butuh suara dari jiwa yang lain yang menjadikan kita “down” untuk mempertahankan prinsip kita maupun pendapat kita. Karena kita berhak untuk hal tersebut. Selama itu adalah hal yang positif, hal yang bermanfaat dan berpengaruh baik untuk semua umat maupun lingkungan. Kita tak perlu adanya suara sumbang di kalangan orang yang tidak menyukai perubahan kita. Jangan pernah takut dan jangan sedih. Sekali lagi cukuplah Allah yang kita jadikan tujuan UTAMA. DIA MAHA TAHU :)





“Kami berfirman: "Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati".

Q.S Al –Baqarah ( 2: 38)











Kita perhatikan ayat – ayat di bawah ini :





111. Mereka sekali-kali tidak akan dapat membuat mudharat kepada kamu, selain dari gangguan-gangguan celaan saja, dan jika mereka berperang dengan kamu, Pastilah mereka berbalik melarikan diri ke belakang (kalah). Kemudian mereka tidak mendapat pertolongan.

(Q.S. Ali imran : 111)



127. Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan.

(Q.S. An-Nahl : 127)


48. Dan janganlah kamu menuruti orang-orang yang kafir dan orang- orang munafik itu, janganlah kamu hiraukan gangguan mereka dan bertawakkallah kepada Allah. dan cukuplah Allah sebagai Pelindung.

(Q.S. Al-Ahzab : 48)



69. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang menyakiti Musa; Maka Allah membersihkannya dari tuduhan-tuduhan yang mereka katakan. dan adalah dia seorang yang mempunyai kedudukan terhormat di sisi Allah.

( Q.S Al Ahzab : 69 )



Yang berlalu biarlah berlalu...


Sering kalimat bijak itu terlontar dari bibir kita, tapi faktanya memang kita tak dapat menghapus jejak – jejak dan bekas lumpur hitam yang ada“di dalamnya”. Namun, apakah kita dapat memperoleh keuntungan jikalau kita hanya menoleh ke belakang? Kepahitan telah kita lewati dan kita rasakan dahulunya, itulah yang membuat mengapa kita musti belajar dari pengalaman. Dan hari yang sudah menjadi bagian kisah itulah yang bernama sejarah. Selalu ada hikmah dan kebijakkan yang dapat kita ambil dari semua itu. Tugas kita adalah membangun Sejarah yang lebih indah, come on keep fighting!!!. Dan Sejarah yang indah tak ada yang berisikan tentang senyum dan bahagia saja karena jika kita fahami kesempurnaan itu ada dalam bagian derita yang kita rasakan :)




Teruslah melangkah..., teruslah berkarya dan lakukan yang terbaik.



Cetaklah angka – dan nilai emas bersama kesadaran dan hidayah yang kita peroleh hari ini, jangan menunda apapun, dimana kesempatan itu dapat menjadikan kita berkembang sebagai pribadi yang lebih baik.



Jika kita tak mulai dengan sekarang, detik ini untuk melakukan perubahan so.. kapan lagi?





Umur kita tak ada yang tahu, hanya Allah saja yang Berkuasa dan Berhak atas diri kita ini. Lakukan perubahan, mulailah belajar dengan sungguh – sungguh belajar. Memahami ilmu dengan tidak sebatas tahu dengan pengetahuan, karena tahu berbeda dengan faham. Seseorang yang faham ia akan tergerak untuk melakukan kefahaman yang ia dapatkan dan ia mengerti. Dan semua itu dilakukannya dari hati. Kehidupan adalah pembelajaran, bersama ujian, bersamanya kepahitan, pun kebahagiaan. Jangan hanya memandang bahwa bahagiapun itu tak teruji. Selalu ada ujian dibalik semua tawa ataupun tangisan. Dan orang – orang yang segera sadar atas kesalahan dan melakukan perbaikan diri itu jauh lebih baik dari pada orang yang hanya terdiam menyesali semua kesalahan dan perbuatan yang sudah ia lakukan.





“kecuali mereka yang telah taubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran), maka terhadap mereka itulah Aku menerima taubatnya dan Akulah Yang Maha Menerima taubat lagi Maha Penyayang.”

Q.S Al Baqarah ( 2 : 160 )


Sabar untuk melakukan perbaikan diri.



“ Dan mohonlah pertolongan Allah dengan sabar dan salat. Dan (salat ) itu sungguh berat , kecuali bagi orang – orang yang khusyuk.

Q.S Al Baqarah (2 : 45)







Tak dipungkiri, saat kita melakukan perubahan diri, terkadang kita mau untuk segera dan lekas membaik. Namun sungguh itu mustahil, karena tidak ada suatu keberhasilan yang instan. Semua butuh kesabaran dan ketelatenan, keuletan dari kita. Dan tentu saja proses itu jauh lebih bermakna nilainya dibanding dari hasil kerja keras itu sendiri.



Bagaimana caranya untuk membakar Semangat?



Berfikirlah yang luas, bahwa kita tidak hidup sendiri. Bahwa kita bisa memberikan yang terbaik untuk lingkungan dan sekitar. Jadilah seseorang yang menginspirasi yang berpengaruh baik bagi kehidupan sesama. Bukankah dengan membahagiakan orang lain pun kita akan menjadi bahagia? Allah tidak akan pernah menyia – nyiakan hamba-Nya yang selalu berusaha menyantunkan kehidupannya bagi kehidupan sesamanya. J. Perluas pergaulan, dengan sahabat dan teman – teman yang kiranya bisa membangkitkan dan menjadikan kita semangat untuk melakukan perubahan dan perbaikan diri.





“sahabat yang baik adalah dia yang mendukung dan selalu mengingatkan kita pada hal – hal yang positif”

Dan apa yang dari hati itu saya yakin pasti akan sampai di hati ^_^....



Bisa jadi hal yang tidak kita suka adalah itu baik untuk kita.

Bisa jadi pula hal yang kita suka itu tak baik untuk kita.



Seringnya hal yang berunsur baik itu memang tak mudah untuk dilalui.

Dan itu benar adanya, tak ada jalan yang tak terjal bagi jiwa yang merindukan syurga-Nya.



“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.”



Q.S Al Baqarah ( 2 : 214)



“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo'a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”



Q.S Al Baqarah (2 :186)









Usaplah air matamu...

Pasti ada jalan dalam kebuntuan yang sempat menyumbat segala kecerahan...(insya Allah)

Jangan bersedih...

Karena Allah dan janji-Nya akan memenangkan siapapun dari mereka yang berjuang di jalan-Nya..

Semoga kita istiqomah, dan tawadhu dengan apapun yang sudah kita raih hari ini...







103:1. Demi masa.



103:2. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,



103:3. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.



Q. S Al Asr ( 103 : 1- 3 )



Anna pernah mendengar ceramah Ustadz Al – Habsy dan saya suka dengan doa ini :



“Bismillahirahmanirrahim....



Ya Allah, ya Rabbi...

Jadikanlah hamba seorang yang selalu bersyukur atas nikmat dan karunia-Mu...

Ya Allah..., ya Rabbi...

Jadikanlah hamba seseorang yang selalu tawadhu ( rendah hati ) denagn segala apapun yang Kau beri...

Dan ya Allah ya Rabbi..

Jadikanlah aku orang yang kecil di mata orang – orangku, namun tidak di mata orang lain...

Amien.”





Semoga bermanfaat dan mohon maaf atas segala kekurangan dan kita sama – sama belajar juga mengingatkan pada kebaikan di sini.



Subhannakallahumma wabihamdikka asyahdu an la illahailla anta, astagfiruka wa'atubu ilaik...



Walhamdulillahirabbilallamin..













Ratih Septiana

Jakarta

Selasa, 29 Maret 2011

18. 59 wib





also inspired by : Muhammad saw, Mario Teguh, Maher Zain :)




Thanks to : Allah yang sudah memberikan begitu banyak nikmat dan anugerah sahabat dan kawan – kawan yang baik. Keluarga yang menjadi inspirasi terutama Bapak & Almarhumah Ibu yang bersusah payah dan menjadikan saya seperti ini. Adik – adik yang masih menjadi usaha dan doa. Buatnya Lisa Emeraldo ( tante saya ) Nadia Karina Hakman, kak Mila, kak Nurul, kak Nadia, kak El, kak Hardi, Arief Hidayat,Nova Sherlova, Devie Perwita Siwi, pak Dedi Rohendi, mba Fatma, kak Eko Hero, kak Dori, kak Wiend, kak Ricky, Aa’ Shidiq, mba Eny Kurniasih, kak Rizal Zacky,kak dilla, Mas Faisal Mursila yang selalu menjadi saran dan kritik saya terima kasih juga dukungannya, Kak Eriz az dan semuanya yang ga bisa disebutin satu satu. Terimakasih banyak dan Sungguh jika bukan karena dukungan dan semangat dari smua, tulisan dari hati ini tak akan pernah ada. Alhamdulillah.

Muhasabah Cinta ( bersama-MU)


Bismillah....


Hari ini.. ku temui cinta yang sesungguhnya..

Dimana rasa yang dulu sungguh tiada yang lebih berharga …..

daripada satu genggaman bara yang menyala…



jika cinta itu perih…

biarlah ini lebih perih dan perit lagi…

jika cinta itu butuh pengorbanan..

biar saja kekejaman zaman, dan bahkan buah pikiran – pikiran yang menyimpang menjadi bukti kesungguhan…



di atas Ridho dan Restu-NYA kini jiwa kecil itu memulai langkahnya…

tak mudah tak menjadikan arti baginya susah…

patah dalam hari yang bergerilya dengan waktu…

adalah sbuah kewajaran yg akan meninggalkan sbuah pelajaran…



dan adakah yang lebih indah ketika CINTA itu BENAR BERTASBIH?

Bukan pada egonya nafsu…

Bukan pula menempatkan perasaan atas nama AGAMA dan ILLAH nya…

Tapi benar UTUH kembali pada sang PENCIPTA RASA dan PENGOLAH JIWA…



ku jadikan keterbatasan waktu ini yang ‘kan membingkis segala perih, suka, dan dukaku…

ku bariskan tinta ini dengan penaku…, dengan segala kesaksianku…



jika memang ini hanyalah yang terkecil dari sbagian besar pahlawan Ba’dar ataupun Uhud-ku…

maka biarlah ALLAH saja yang Tahu…



bagaimana resah hati dan sedih ku melihat lukisan ISLAM ku…( saat ini)

dan betapa getirnya jalan ketika ku berada dalam barisan “utama”…

namun demi CINTA…., smoga sang KUASA kuatkan semua…



Hasbunallah wani’mal wakil….

La haulla wa laa quwatta illa billah….







Bersama jalan CINTA para “pejuang”

Ratih .Septiana

White_Rose

Alifah Nisrina Dhiatulhaq



WIDAD ‘HOME

Sabtu, 28 Mei 2011

10.21 am











Bismillah...



sekarang haruskah lagi ku membuat senduan kesemuan CINTA?

sementara ku tahu pasti dan ku faham betul

itu bukan TIDAK PENTING, tapi ITU BUKAN YANG UTAMA

......AMANAH hidup ini jauh lebih besar dengannya kita berperan bersama sbuah IMAN...



aku tetaplah aku

tapi aku berbeda dgn aku yg "dulu"



selamat datang wahai CAHAYA IMAN ...

ku rindukanmu yg telah lama tertutup oleh ke-JAHILIYAH-an.

Subhannallah... Walhamdulillah…,Allahu Akbar…





Untuk jiwa yang masih terkungkung cinta yang semu…



Kita pernah dan bahkan sering menangisi kekelaman kisah dan cerita cinta dengan seseorang yang kita cintai, tapi sadarlah kini, apakah kita pernah dan sesering itu pula menangisi rasa bersalah kita dan dosa kita pada cinta yang semestinya KITA JAGA ini? Cinta yang ALLAH bagi , bukan hak “pasti” bagi kita wahai hati yang mengerti…, karena itulah hanya ALLAH saja yang membolak – balikkan hati manusia.







Demi Dzat yang jiwaku dalam genggaman-NYA…



Untukmu wahai hati yang halus….



Tidak ada cinta yang tak suci…

Cinta itu fitrah, Kemuliaan yang AGUNG dan TERTINGGI dari sang MAHA PEMBERI…

Dan pantaskah kita ? jikalau yang diinginkan kita adalah suatu KEBERKAHAN namun “cara – cara” yang kita guna saat ini adalah suatu hal yang “jelas” di tentang oleh ajaran AGAMA dengan ke –HAQ-annya? Apakah masih pantas kita menerima “rahmah” itu?

Adakah seorang pencuri yang dia berhasil mencuri dan barang yang ia curi menjadi darah yang halal baginya dan keluarganya lalu kemudian ia meminta agar Allah agar Memberkahinya?









Dalam hadist ke 10 An Nawawi



Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu dia berkata : Rasulullah saw bersabda :





Sesungguhnya Allah ta’ala itu baik, tidak menerima kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah memerintahkan orang beriman sebagaimana dia memerintahkan para rasul-Nya dengan firmannya :



Wahai Para Rasul makanlah yang baik-baik dan beramal shalehlah.

Dan Dia berfirman : Wahai orang-orang yang beriman makanlah yang baik-baik dari apa yang Kami rizkikan kepada kalian. Kemudian beliau menyebutkan ada seseorang melakukan perjalan jauh dalam keadaan kumal dan berdebu.

Dia memanjatkan kedua tangannya ke langit seraya berkata : Ya Robbku, Ya Robbku, padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan kebutuhannya dipenuhi dari sesuatu yang haram, maka (jika begitu keadaannya) bagaimana doanya akan dikabulkan.



( Hadist Riwayat Muslim).









Dari Al qur’an Surah Al Baqarah : 42

“Dan janganlah kamu campur adukkan yang benar itu dengan yang salah, dan kamu sembunyikan yang benar itu pula padahal kamu semua mengetahuinya.”



Apa yang ada dalam Benak KITA setelah kita membaca dan memahami ayat ini?

Adakah lagi / alasan hal untuk menyangkal kebenaran ini ?

Sementara kita tahu AL QUR’AN tidak ada keraguan di dalam nya…









Ingatlah sahabatku,

Semakin kita berontak dari kebenaran yang ada ( Al qur’an ) semakin nampaklah pula “siapa diri kita sebenarnya”, semakin kita berbantah dan menjadi “pembangkang” yang ulung semakin nampaklah pula sejauh mana “ iman “ kita. Sedangkan pengakuan yang sering kita ucapkan “ Aku mencintai Allah dan Rasullullah”, bahkan yang lebih penting lagi adalah kita semua telah ikrarkan diri kita dengan kalimat SYAHADAT. “aku bersaksi tiada TUHAN SELAIN ALLAH dan RASULULLAH adalah UTUSAN ALLAH”.





Apakah kita fikir hanya sampai di situ saja?

Adakah IMAN itu hanya sampai pada ucapan kita berbicara ?

Tanpa bukti? Tanpa tindakakan kita untuk meyakinkan orang yang mendengarnya?





IMAN adalah LISAN , HATI, dan PERBUATAN.







JIKA CINTA PADA MANUSIA saja dapat kita TEBUS dengan harta, dan nyawa…, jiwa dan raga…

BAGAIMANA PULA dengan ALLAH yg telah MENCIPTAKAN KITA?

Yang KITA SUDAH BERSAKSI, BERJANJI pada DIA dan RASULNYA….

Bagaiman SAHABAT? Manakah yang lebih utama KITA letakkan CINTA KITA?







Adakah pernah KITA sejenak sadari.. bahwa setiap mereka yang KITA cintai, jiwanya berada dalam genggamanNYA? Dan ketahuilah bagi KITA SEMUA bahwa ALLAH saja yang BERKUASA atas SEGALA SESUATU.







Wahai nurani yang bening dan bahkan lebih bening dan dari tetesan embun pagi…



Ku sampaikan padamu sesuatu yang kini membuatku lebih tegar dari masa kelamku…

Bersama Muhasabah Cinta yang sesungguhnya…

Perenungan tidak hanya sampai pada air mata yang menetes karena sebuah “penyesalan…”

Karena sebuah “taubat” juga tidak akan terlaksana jika hanya sampai pada kata yang terucap…





JIKA mengaku cinta, maka buktikanlah… cinta KITA …

JIKA bersaksi… maka berlakulah sebagaimana saksi yang jujur…,

yang patuh untuk menyampaikan dan membawa apa – apa yang di benarkan olehNYA…







kembalilah, kembalilah pada yang dikatakan hati kecil itu…

sungguh ALLAH itu MAHA PENGAMPUN bagi hamba-NYA yang bersegera memperbaiki diri dari segala kekhilafannya…, JANJI ALLAH MAHA BENAR bagi orang – orang yang beriman.









“Sungguh Allah Maha Pengampun lagi Maha Pengasih.”

(QS.al-Baqarah:192).







“Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa sungguh Akulah Yang Maha Pengampun lagi Maha Pengasih, dan bahwa sungguh azab-Ku adalah azab yang sangat pedih.”

(QS. al-Hijr: 49-50).







Dari Anas Radhiallahuanhu dia berkata:

Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:



Allah Ta’ala berfirman: “Wahai anak Adam, sesungguhnya Engkau berdoa kepada-Ku dan memohon kepada-Ku, maka akan aku ampuni engkau, Aku tidak peduli (berapapun banyaknya dan besarnya dosamu). Wahai anak Adam seandainya dosa-dosamu (sebanyak) awan di langit kemudian engkau minta ampun kepada-Ku niscaya akan Aku ampuni engkau. Wahai anak Adam sesungguhnya jika engkau datang kepadaku dengan kesalahan sepenuh bumi kemudian engkau menemuiku dengan tidak menyekutukan Aku sedikitpun maka akan Aku temui engkau dengan sepenuh itu pula ampunan “



(Riwayat Turmuzi dan dia berkata : haditsnya hasan shahih).









CINTA yang murni dan suci itu adalah amanah bagi KITA…, dan amanah adalah tanggung jawab yang BESAR.

Dan sesuatu yang BESAR, tak akan dapat kita kuat mengangkatnya tanpa ijin-NYA, maka kembalilah kita padaNYA atas segala ikhtiar dan doa…

Luruskan niat, dan jagalah kebaikkan pada hati ini…

Jaga cintamu, cintaku dan CINTA KITA…

CINTA itu indah ya akhi, ya ukhty….



Cinta itu adalah FITRAH ILLAHI RABBI...



MAHA SUCI ALLAH YANG TELAH MEMBERIKAN SEMUA INI....

...

tapi adakah pemberian itu selalu dilepas tanpa sebuah AMANAH? Tanpa adanya UJIAN?



cinta itu diberikan karena untuk dijaga dan dilestarikan, ia memiliki tempat yg layak baginya....



bukan tempat untuk menjual JANJI MURAH yg berasaskan sebatas dari HATI dan KETULUSAN semata..



HATI itupun perlu ditempa dengan IMAN agar IA DAPAT MENGENAL KEBENARAN dengan KEBENARAN, karena KEBENARAN memiliki CAHAYA ( Mu'adz bin Jabal)



tidak ada nama CINTA yg berujung DUSTA, jika dalam jalan ALLAH KITA telah lurus untuk melangkahkan kaki ini bersama perintah dan petunjuk-NYA…



Wallahu A’lam….







For a “real” LOVE







Bismillah....





sendu hari ini...

dan aku masih saja sendiri....

namun dengan cepat keindahan-Mu...

membuat fahamku berwarna ...



berfikir tentang ini semua

pesona - pesona yang terhambar dari rupawan sang pujangga ...

mengukir senyum jauh lebih berkembang dari sebelumnya....





Subhannallah...Alhamdulillah



apa yang harus aku tulis dalam catatanku kali ini?

sementara hidayah-Mu terlalu indah hingga membuat aku tak mampu menyeimbangkan setiap kalimatku...





ku mendengar dari suara - suara hati yang terpanggil oleh-Mu...

berayun merdu dalam setiap langkah luruh waktu...



wahai Allah...

wahai Rasulullah...





ku mencoba menyingkap kehidupan ini bersama hati kecilku...

dengan semerta jiwaku yang sempat rapuh karena ketidak mengertianku...



kemudian perlahan seberkas cahya-Mu menggores dalam jejak kisahku...

menjadikan ku penuh dan utuh semula seperti waktu sebelum aku berdiri bersama noda - noda ini...



Allah...

Rahmat-Mu Meliputi Segala Sesuatu..



ya Rasulullah...

adakah engkau tahu?

sepotong hati ini mencari kecintaan dari sosok dirimu...

dan perangaimu membuat sekitarku terlukis begitu syahdu ..

ketika mata hati berjumpa dengan jiwa - jiwa peneguh bersama ajaranmu ...





Indah....

Begitu Indah...



ada sepercik kerinduan...

dalam..........

jauh tak mampu terukur tanpa adanya kesyukuran...



kesederhanaan yang membuat hatiku kelu...

aku cinta....

aku rindu....





begitu lama fikir ini menjelma dengan rangkaian - rangkaian kejujuran...

tapi biarlah ku katakan....



hidayah-Mu...( ya Allah )

kecintaan-Mu...( ya Allah )



menjadikan rona kasih membingkai dan meniti mimpinya...

tertuang dalam alunan - alunan cintanya pada dien-Mu..

bersama tutur dan laku...



membawa kedamaian ...

yang menjelaskan bahwa kemegahan dapat terlahir dari sebuah kesederhanaan.

ya Muhammad ya Rasulullah...





biarlah memekik asa ini pada doa - doa harapan ( pada Allah saja..)

ku sekatkan sedikit jejaknya pada tinta atas nama cinta karena agamanya..



semoga khayalan sang perindu syurga..

kan selalu terjaga bersama istiqomahnya..

teguh atas kesetiaan yang ia berusaha menjaganya.....



Insya Allah... Insya Allah.. Insya Allah...



Inspired by Maher Zain*

Jakarta

Sabtu, 12 maret 2011

14.41 wib





“Takutlah kepada Allah. Laksanakan kewajiban Anda kepada Allah dan mohonlah ampun kepada-Nya, sebab tidak semua orang yang melaksanakan kewajibannya kepada Allah dapat melakukannya dengan sebaik-baiknya.”



(Syaikh Ibnu Utsaimin, Mizanusy Syari’ah, hal. 10-11).







Bismillah....



aku hanya potongan hati yg hina....

yang berusaha membersihkan maharku atas izinNYA..., yakin bersama Janji-Nya



...sisa waktu menjadi perjalanan dimana dunia yg tak pernah libur ini menyerukan tentang suatu yg musti dijelaskan secara UTUH & NYATA



biarlah KEMATIAN itu ku pandang indah, atupun sebagai rindu pelepas sudah setelah menjalankan 1 amanah yg sekarang berada di tengah tengah sebuah MUHASABAH



insya ALLAH, La haulla wa laa quwatta illa billah..





Alhamdulillah....





Nb : Mohon Maaf atas segala kekurangan, aku berlindung dari sebuah kemunafikkan, dan Kebenaran hanyalah MILIK ALLAH. Biarlah serpihan hati ini menyampaikan sesuatu yang sedikit ini, janganlah memandang siapa aku yang berkata, namun lihatlah apa yang aku bawa, tiada yang cacat sedikitpun pada qalam – qalam-NYA yang MULIA, Subhannallah…,

Semoga bermanfaat dan Allah pun Ridho, Semangat wahai sahabat…, tiada yang mustahil untuk sebuah tujuan yang “mulia” jika kita bersungguh sungguh! KEEP FIGHTING FOR MUSLIM!!! ^_^







Ratih Septiana

White_Rose

Alifah Nisrina Dhiatulhaq



Jakarta,

WIDAD HOME

Sabtu, 28 Mei 2011

3. 41 pm